Mengenal Stunting di Indonesia

Dalam seminar PKB Kejuangan yang diikuti oleh Perwira siswa Seskoad, Seskoal, Seskoau dan Sespimen Polri salah satunya membahas tentang kerjasama TNI-Polri beserta komponen bangsa lainnya dalam menangani masalah bangsa terkait Kesehatan. Stunting merupakan permasalahan kesehatan di Indonesia yang menjadi sorotan saat ini. Stunting adalah kondisi kurang gizi kronis yang ditandai dengan tubuh pendek pada anak balita (di bawah 5 tahun). Anak yang mengalami stunting akan terlihat pada saat menginjak usia 2 tahun. 

Seorang anak dikatakan mengalami stunting apabila tinggi badan dan panjang tubuhnya minus 2 dari standar Multicentre Growth Reference Study atau standar deviasi median standar pertumbuhan anak dari WHO.

Berdasarkan data Pemantauan Status Gizi yang dilansir dari situs Kemenkes RI, pada 2016 angka prevalensi stunting di Indonesia sebesar 27,5 persen. Artinya sekitar 1 dari 3 balita di Indonesia mengalami stunting. Bahkan pada 2017 angkanya meningkat menjadi 29, 6 persen. 

Angka ini menempatkan Indonesia berada pada status kronis. Sebab WHO mengklasifikasikan negara mengalami status kronis jika angka prevalensinya melebihi 20 persen. 

Angka ini juga menempatkan Indonesia di posisi teratas angka stunting terparah di Asia tenggara. Negara tetangga kita yakni Malaysia, angka prevalensinya hanya 17,2 persen.

Sumber:

1. https://www.gooddoctor.co.id/tips-kesehatan/parenting/kesehatan-anak/apa-itu-stunting/

2. http://www.lenterapendidikan.com/berita/palembang/view/waspada-penderita-penyakit-stunting-bertambah.html